Prabowo dan PM Australia Albanese Diskusi Bahas Konflik Timur Tengah

Binti Mufarida, Jurnalis
Rabu 22 April 2026 21:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Albanese diskusi bahas konflik Timur Tengah (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan situasi global bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dengan fokus pada konflik di kawasan Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas regional.

Pembicaraan tersebut dilakukan melalui sambungan telepon pada Selasa 21 April 2026 sebagai bagian dari komunikasi bilateral kedua negara dalam merespons dinamika global yang terus berkembang.

Informasi mengenai diskusi ini disampaikan langsung oleh Albanese melalui akun media sosial X (Twitter) miliknya, @albomp, pada Rabu (22/4/2026).

Dalam pernyataannya, Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki komitmen bersama untuk menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok di masing-masing negara.

“Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung kelancaran arus barang-barang kebutuhan pokok, serta memperkuat ketahanan rantai pasokan energi kita untuk masa depan,” kata Albanese.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan Indonesia dalam membantu mengamankan pasokan pupuk bagi Australia.

Menurut Albanese, hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia kini semakin memiliki arti strategis di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Hubungan yang kuat di kawasan kita semakin penting dari sebelumnya, dan kita adalah sahabat yang paling erat,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan dalam pembicaraan tersebut Albanese turut menyampaikan terima kasih atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia.

“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Teddy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik berada di angka sekitar 6,3 juta ton. Indonesia juga telah menyiapkan ekspor pupuk ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand, dan Brasil dengan total komitmen sekitar 1 juta ton.

Sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Albanese. Hubungan diplomatik kedua negara pun semakin erat, ditandai dengan sejumlah kerja sama strategis yang telah disepakati di berbagai sektor.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya