“Jangan berhenti di peletakan batu pertama. Bangunan ini harus segera diselesaikan, diisi, dan dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, memperkuat arah tersebut dengan menempatkan pembangunan ini sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas akademik dan penguatan integrasi keilmuan.
“Ini momentum untuk memperkuat integrasi keilmuan dan meningkatkan kualitas program studi,” ujarnya.
“Kami berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan integritas kebangsaan,” tegasnya.
Gedung yang akan diberi nama Gedung Prof Nasaruddin Umar itu bukan hanya bentuk penghormatan atas kiprah intelektual dan keislaman sang Menteri, tetapi juga simbol penguatan kembali posisi Ushuluddin sebagai episentrum kajian Islam yang berpengaruh, baik di tingkat nasional maupun global.
(Fahmi Firdaus )