"Menurut kami ada yang berlebihan. Setidaknya ada saksi sejarah juga yang menyampaikan situasinya tidak sepenuhnya persis seperti apa yang Pak JK ceritakan. Artinya ada lebih dari satu versi cerita," kata FX Sintua
Ia menyayangkan jika konpers itu berpotensi menimbulkan persoalan baru dengan menyeret pihak-pihak lain di luar substansi persoalan. Ia menilai hal ini bisa menjadi semakin tidak efektif dan tidak fokus.
"Pemuda Katolik kembali menekankan pentingnya menjaga ruang publik yang sehat dan kondusif. Semoga ada permintaan maaf dan klarifikasi yang efektif dari Pak JK, sehingga kegaduhan ini segera berakhir," kata FX Sintua.
(Erha Aprili Ramadhoni)