Menurut Al-Mayadeen, Teheran telah mengusulkan kerangka kerja tiga tahap: Pertama, mengakhiri permusuhan dan mengamankan jaminan yang mengikat terhadap serangan baru terhadap Iran dan Lebanon. Kedua, menetapkan rezim hukum baru untuk mengelola Selat Hormuz berkoordinasi dengan Oman. Ketiga, mengatasi masalah nuklir.
Tawaran baru ini muncul setelah pembicaraan AS-Iran di Islamabad—yang dimulai setelah kedua pihak mengumumkan gencatan senjata sementara—gagal menghasilkan terobosan. Pada Sabtu (25/4/2026), harapan diplomasi meredup ketika Trump membatalkan kunjungan utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner ke ibu kota Pakistan. Trump menyatakan, "Anda tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk-duduk dan membicarakan hal-hal yang tidak penting."
Menurut laporan media, Iran bersikeras meminta jaminan nonagresi dari AS, pencabutan semua sanksi, kendali atas Selat Hormuz, dan pengakuan hak Iran untuk pengayaan nuklir. Hal ini sekaligus menolak tuduhan AS dan Israel bahwa Iran berupaya memperoleh senjata nuklir.
(Rahman Asmardika)