Dalam audiensi tersebut, perwakilan buruh menyampaikan berbagai persoalan di sektor ketenagakerjaan, mulai dari tuntutan pembentukan UU Ketenagakerjaan yang pro buruh, kelayakan upah, hingga sistem kontrak outsourcing.
"Artinya kami masih ingin menyuarakan apa yang menjadi aspirasi dari kawan-kawan di grassroot, baik di industri manufaktur, di kawasan-kawasan industri, di perkebunan, di pertambangan, tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan lain sebagainya," tutur Sunarno.
(Erha Aprili Ramadhoni)