Seorang pejabat militer Iran mengatakan kepada televisi pemerintah pada Senin bahwa "Republik Islam tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud".
Selama konflik berlangsung, Iran telah menargetkan UEA lebih sering dibandingkan negara lain, dengan menyerang aset AS serta infrastruktur energi, fasilitas sipil, dan gedung-gedung penting.
Pernyataan militer Iran pada Selasa turut memperingatkan UEA dengan menyatakan, "Negara Anda, sebagai tanah Islam, tidak boleh menjadi tempat perlindungan bagi Amerika dan Zionis, baik untuk pasukan maupun peralatan militer mereka."
(Rahman Asmardika)