Konflik berkepanjangan ini membuat Ukraina kehilangan hampir seperlima wilayahnya. Rusia masih belum mampu merebut seluruh wilayah Donbas di Ukraina timur meski melaporkan kemajuan di wilayah tersebut.
Para pemimpin Eropa mengatakan Rusia harus dikalahkan di Ukraina dan menyebut Putin sebagai penjahat perang dan otokrat yang menurut mereka suatu hari nanti dapat menyerang anggota NATO jika ia dibiarkan memenangkan perang. Rusia menolak klaim tersebut sebagai omong kosong.
Sebaliknya, Putin menyebut kekuatan Eropa sebagai penghasut perang karena mendukung Ukraina dengan puluhan miliar dolar dalam bentuk dukungan, senjata, dan intelijen.
(Rahman Asmardika)