JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Sugiono menyampaikan bahwa saat ini PBB masih melakukan investigasi setelah gugurnya empat prajurit TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Mereka (PBB) masih menginvestigasi,” kata Sugiono di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Sugiono menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak PBB. “Pasti, pasti (ada desakan ke PBB). Kita perlu akuntabilitasnya,” ujar dia.
Sekadar diketahui, Prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL, Kopda Rico Pramudia (31) gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr dan menjalani perawatan selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut.
Gugurnya Kopda Rico, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.
Prajurit TNI yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang mengakibatkan Kopda Rico terluka.
Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka. Selain Indonesia, Prancis turut kehilangan dua prajuritnya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April lalu.
(Fahmi Firdaus )