Pengamat menilai rangkaian seremoni tersebut bukan sekadar penyambutan biasa. Dalam tradisi diplomasi China, tampilan visual dan protokoler memiliki makna politik yang kuat, terlebih karena momen itu disiarkan luas ke publik internasional, termasuk media Amerika Serikat.
Pemerintah China dinilai sengaja menampilkan citra keterbukaan dan keramahan kepada para pemimpin dunia. Dalam beberapa bulan terakhir, Xi Jinping juga diketahui menggelar sambutan serupa kepada sejumlah pemimpin negara lain, termasuk sekutu dekat Amerika Serikat seperti Kanada, Inggris, dan Jerman.
Langkah Beijing itu dinilai sebagai bagian dari strategi diplomasi untuk memperkuat posisi China di tengah dinamika geopolitik global. Sambutan hangat terhadap Trump pun memunculkan penilaian bahwa pengaruh dan keseimbangan kekuatan dunia perlahan bergerak ke arah China.
(Awaludin)