Diprakarsai Arab Saudi, Negara Teluk Dilaporkan Pertimbangkan Pakta Non-Agresi dengan Iran

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 15 Mei 2026 20:17 WIB
Asap terlihat menyusul serangan Iran terhadap fasilitas militer AS di Bahrain. (Foto: X)
Share :

JAKARTA – Arab Saudi telah mengemukakan gagasan tentang pakta non-agresi penting antara negara-negara Teluk dan Iran setelah berakhirnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran, demikian dilaporkan Financial Times pada Jumat (15/5/2026) mengutip sumber-sumber diplomatik.

Para diplomat Barat mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Riyadh sedang mempelajari model yang secara longgar terinspirasi oleh Proses Helsinki, pembicaraan era Perang Dingin yang menghasilkan Kesepakatan Helsinki 1975 tentang keamanan dan kerja sama Eropa, dan berhasil meredakan ketegangan antara Uni Soviet dan negara-negara Barat yang dipimpin oleh AS.

Gagasan tersebut dilaporkan sedang dipertimbangkan karena negara-negara Teluk khawatir bahwa Iran – yang marah atas serangan AS-Israel yang menghancurkan tetapi masih merupakan kekuatan militer yang tangguh – akan tetap berbahaya, terutama jika AS setuju untuk mengurangi jejak regionalnya yang besar setelah berakhirnya perang.

Menurut FT, gagasan pakta non-agresi yang menyeluruh telah dipertimbangkan sebelum serangan AS-Israel, tetapi perang tersebut memberikan urgensi tambahan.

Seorang diplomat Arab yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa sebagian besar negara Arab dan Muslim, serta Iran – yang telah lama bersikeras agar AS meninggalkan kawasan itu – mungkin akan menyambut baik pakta ala Helsinki, tetapi memperingatkan bahwa Israel tetap menjadi masalah besar yang belum terselesaikan.

“Dalam iklim saat ini, Anda tidak akan bisa mendapatkan Iran dan Israel... tanpa Israel, hal itu bisa menjadi kontraproduktif karena setelah Iran, mereka dipandang sebagai sumber konflik terbesar,” kata diplomat itu kepada FT. “Tetapi Iran tidak akan pergi ke mana pun dan inilah mengapa Arab Saudi mendorongnya.”

Negara-negara Eropa – yang enggan mendukung perang melawan Iran dan mencari stabilitas di Selat Hormuz – dilaporkan telah mendukung gagasan Saudi dan mendesak pemerintah Teluk lainnya untuk mendukungnya, melihatnya sebagai cara untuk mengurangi risiko perang lain sambil memberikan jaminan kepada Teheran bahwa mereka tidak akan diserang.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya