Wachid mengatakan, persoalan ketidaksesuaian kamar mayoritas dialami jamaah pengganti atau susulan, yakni mereka yang diberangkatkan menggantikan calon jamaah yang batal berangkat.
Untuk mencegah masalah administrasi yang berdampak pada pelayanan, Politisi Fraksi Partai Gerindra itu meminta sinkronisasi data antara petugas di Indonesia dan Arab Saudi dipercepat.
“Memang ada kejadian seperti itu (terpisah dari rombongan), hal ini terjadi terutama pada jemaah pergantian. Data jemaah susulan inilah yang perlu disinkronkan lebih cepat antara pihak di Saudi dan di Indonesia. Dengan begitu, hal ini tidak akan menjadi masalah bagi pelayanan di Saudi nantinya,” ujarnya.
(Arief Setyadi )