Ia mengatakan, budaya membaca memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang bergerak cepat.
Karena itu, penguatan literasi dinilai tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lingkungan pendidikan agar minat baca tumbuh secara berkelanjutan.
Nasir berharap peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya literasi dalam pembangunan masyarakat dan peningkatan kualitas generasi muda di Donggala.
(Awaludin)