"Contoh gaji yang paling kecil untuk seorang prajurit itu Rp6 juta satu orang. Kalau dia seribu orang dalam satu batalyon dan dia belanjakan Rp1 juta setiap bulan, berarti dia Rp1 miliar di desa dan di kecamatan tempat mereka. Itu menimbulkan UKM," tuturnya.
Keberadaan batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan juga ditujukan untuk membantu akses kesehatan, yakni satu prajurit rela untuk donor darah tiga kali setahun.
"Sehingga kita bikin bank darah sendiri untuk penampung siapa yang ingin mengambil memerlukan darah dari rakyat yang berada di bawah dan tidak dipungut bayaran,”ujarnya.
“Darah yang dari prajurit gratis untuk kebutuhan kaum dhuafa. Hanya memang kita beri profilaksis setelah ambil darah ada bantuan-bantuan supaya mereka tetap sehat-sehat saja. Nah ini keberadaan dari batalyon teritorial pembangunan ini," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )