Dalam Rakernis tersebut turut disoroti tantangan baru berupa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh kelompok ekstrem untuk melakukan radikalisasi otomatis, penyebaran salad bar ideology, serta gamifikasi kekerasan melalui platform daring yang menyasar kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.
“Menindaklanjuti arahan tersebut, Densus 88 AT Polri akan terus memperkuat kapasitas intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi dinamika ancaman di ruang siber yang berkembang sangat cepat,” kata Mayndra.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Densus 88 AT Polri yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan nasional dengan mempertahankan nihil aksi teror selama hampir tiga tahun terakhir serta optimalisasi kesiapsiagaan nasional melalui kontinjensi Aman Nusa III.
“Capaian tersebut dinilai turut meningkatkan kepercayaan publik, menjaga stabilitas investasi, dan mendukung berbagai agenda strategis nasional maupun internasional,” tutupnya.
(Awaludin)