JAKARTA - Rekaman video yang dibagikan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu gelombang kecaman internasional. Video tersebut memperlihatkan para aktivis dari konvoi bantuan kemanusiaan menuju Gaza diikat tangannya dan dipaksa menempelkan dahi ke tanah oleh penjaga bersenjata Israel.
Dilansir dari Aljazeera, Kamis (21/5/2026). Sejumlah negara mengecam tindakan tersebut dan menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai pelanggaran terhadap martabat manusia. Beberapa pemerintah bahkan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Di Australia, Menteri Luar Negeri Penny Wong mengutuk tindakan yang dianggap merendahkan martabat manusia dan memastikan duta besar Israel telah dipanggil.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyatakan telah meminta agar duta besar Israel dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Di Belanda, Perdana Menteri Rob Jetten menyebut duta besar Israel juga telah dipanggil. Menteri Luar Negeri Tom Berendsen bahkan menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan yang mengejutkan dan tidak dapat diterima.
Selandia Baru turut menyampaikan protes diplomatik. Menteri Luar Negeri Winston Peters mengatakan duta besar Israel akan dipanggil guna menyampaikan “keprihatinan serius” atas perlakuan terhadap para aktivis bantuan yang ditahan.
Kanada dan Belgia juga menyatakan akan memanggil utusan Israel untuk menyampaikan protes resmi terkait insiden tersebut.
Selain negara-negara itu, Spanyol, Polandia, Jerman, Yunani, Siprus, Inggris Raya, Irlandia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Qatar, dan Turki turut menyuarakan kecaman terhadap tindakan Israel terhadap para aktivis bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
(Awaludin)