9 Relawan WNI Dibebaskan Israel, GPCI Tegaskan Misi ke Gaza Tetap Berjalan

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Jum'at 22 Mei 2026 21:05 WIB
Pembina GPCI Bachtiar Nasir.
Share :

JAKARTA - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkap perjuangan menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) yang sebelumnya sempat ditahan otoritas Israel telah dibebaskan dan dipulangkan.

Hal itu disampaikan Pembina GPCI, Bachtiar Nasir dalam Malam Solidaritas dan Doa untuk Gaza yang digelar di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan kemanusiaan sekaligus upaya membangkitkan kembali semangat solidaritas terhadap Gaza setelah misi bantuan yang membawa sembilan relawan WNI sebelumnya ditangkap di tengah perjalanan.

Bachtiar mengatakan kepulangan sembilan relawan tersebut bukan akhir dari perjuangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

“Tema kita adalah solidaritas dan doa untuk Gaza. Dan alhamdulillah teman-teman relawan yang sembilan sudah dilepaskan. Namun, walau mereka belum bisa menembus sampai ke Gaza dan membawa bantuan karena sudah di-intercept, kita tidak akan berhenti,” kata Bachtiar Nasir di sela kegiatan.

Menurut Bachtiar, acara tersebut digelar untuk kembali membangkitkan semangat solidaritas terhadap Gaza agar kepulangan para relawan tidak dimaknai sebagai berakhirnya perjuangan.

“Semangat kita pompa kembali bahwa kepulangan ini harus dilanjutkan lagi dengan perjuangan-perjuangan berikutnya karena kita masih belum berhasil. Untuk itulah malam solidaritas dan doa untuk Gaza tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan itu turut mengundang sejumlah pemimpin redaksi, jurnalis, serta keluarga relawan yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

 

Selain doa bersama, Bachtiar menyebut GPCI juga mendorong peran Indonesia yang lebih besar dalam misi kemanusiaan untuk Gaza. Dia berharap penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza tidak cuma mengandalkan jalur laut.

“Ke depan kita ingin peran Indonesia harus lebih besar lagi. Dan yang akan berangkat harusnya lebih besar-besar lagi. Saya berharap tidak cuma satu jalur laut. Saya berharap ada banyak jalur laut, banyak jalur darat, dan banyak jalur udara,” ujarnya.

Diketahui, sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla yang sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, dan dijadwalkan pulang ke Indonesia.

WNI yang sempat ditahan otoritas Israel meliputi Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari GPCI-Dompet Dhuafa, Andi Angga Prasadewa dari GPCI-Rumah Zakat, Asad Aras Muhammad dari GPCI-Spirit of Aqsa, Hendro Prasetyo dari GPCI-SMART 171, serta Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo, dan Rahendro Herubowo dari GPCI.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya