JAKARTA - Warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, Andi Angga Prasadewa menceritakan detik-detik penculikan oleh militer Israel saat berlayar ke Gaza, Palestina.
Andi mengungkapkan, kapal Josef yang ia tumpangi selama misi kemanusiaan tersebut merupakan salah satu dari tiga kapal yang pertama kali diintersep oleh militer Israel pada Senin (18/5).
Hal itu ia sampaikan saat panggilan video dengan Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Irvan Nugraha.
"Pengalamannya itu (kapal) kami apa, ditembakin," kata Angga dalam panggilan video yang diterima, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, militer Israel sempat menembaki kapalnya. Tembakan dengan peluru karet tersebut mengenai rekannya sebanyak dua kali. "Teman saya itu kena dua kali," ujarnya.
Angga menilai, tembakan tersebut jika tidak mengenai rekannya itu maka dialah yang menjadi sasaran. Sebab, saat penembakan terjadi ia sedang berhadap-hadapan dengan rekannya itu.
Menurutnya, tembakan itu mengenai punggung dan pinggang rekannya yang tidak disebutkan nama dan asal negaranya. Akibatnya, rekannya ini mengalami luka seperti bekas luka bakar. Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan tengah menjalani medical check up di Istanbul.
(Fahmi Firdaus )