Sementara itu, eks Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Ade Supandi juga menyebutkan bahwa dia mengenal sosok Ryamizard sejak lama dan punya banyak pengalaman luar biasa dengan almarhum. Dia juga sosok senior yang selalu mengayomi adik-adiknya.
"Dalam rangka tugas pokok mengemban amanah negara, mengefisienkan, menyelenggarakan, kemudian mengoptimalkan giat-giat dalam rangka pertahanan negara dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, beliau sangat mumpuni bagaimana mengatur, pengelolaan daripada pembiayaan untuk pertahanan negara," paparnya.
"Bagi saya sendiri sangat terkesan karena salah satu hal yang memang saya akan selalu ingat waktu itu saya merencanakan dengan beliau untuk penggantian KRI Dewaruci, yaitu KRI Bima Suci. Mulai dari prosesnya dengan beliau, dan tentu saja pada saat steel cutting di negara pembuat, Spanyol, sampai dengan peluncuran, sampai dengan commissioning, beliau selalu memberikan suatu support yang luar biasa," kata Ade.
Ia mengaku kerap berkomunikasi dengan Ryamizard, bahkan saat almarhum pensiun dan sakit. Dia pun kaget saat mengetahui Ryamizard meninggal dunia dan langsung ke rumah duka untuk mendoakannya.
"Agak syok juga ya, walau saya paham memang kurang lebih tiga tahun terakhir kondisi beliau agak memburuk ya. Terakhir ketemu di suatu acara perhelatan pernikahan dan saya juga masih sempat," katanya.
(Arief Setyadi )