Sebagai figur yang tumbuh dari kultur pesantren, Cak Jaz mengaku membawa satu pesan yang terus dipegangnya yaitu hadir memberi manfaat. Karena itu, ketika ditanya bagaimana dia ingin dikenang, jawabannya sederhana.
“Kalau saya ingin dikenang sebagai pejuang UMKM, maka saya harus benar-benar berbuat untuk pedagang kecil dan masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, dia mulai membenahi mesin organisasi Partai Perindo Jatim melalui konsolidasi internal dan pemetaan kekuatan politik di tingkat kabupaten/kota. Targetnya bisa meraih kursi di berbagai tingkatan parlemen pada Pemilu 2029, bahkan berkontribusi mengirim wakil ke DPR RI.
“Kami melakukan klasifikasi wilayah zona hijau, kuning dan merah agar lebih mudah menyusun strategi politik,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )