JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (3/6/2026) pukul 23.55.38 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M5,1. Episenter gempa berada di koordinat 8,26° LS dan 120,15° BT, tepatnya di laut sekitar 38 kilometer timur laut Labuan Bajo, NTT, dengan kedalaman 169 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa menengah yang dipicu aktivitas subduksi.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).
Gempa dilaporkan dirasakan di wilayah Waingapu dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti truk yang sedang melintas.
BMKG juga menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 00.14 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Wijayanto mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
(Awaludin)