Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |10:56 WIB
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Ilustrasi hujan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, di antaranya Cibinong, pada Sabtu 18 Juli 2026 malam, setelah beberapa hari wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena tersebut dipicu gangguan atmosfer regional dan bukan merupakan tanda berakhirnya musim kemarau.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan hujan lebat yang terjadi di Bogor dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi wilayah Indonesia.

"Bahwa hujan deras di Bogor terjadi akibat adanya gangguan atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan meski wilayah Jawa Barat sedang berada dalam musim kemarau. Fenomena ini bersifat sesaat dan tidak menandakan berakhirnya musim kemarau," kata Guswanto, dikutip Senin (20/7/2026).

BMKG mencatat seluruh wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Pada periode ini, rata-rata curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian atau setiap 10 hari.

Meski demikian, Guswanto menjelaskan dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.

"Aktivitas MJO, gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial masih aktif melintasi wilayah Indonesia. Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan meski secara umum udara kering mendominasi," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement