Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |10:56 WIB
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Ilustrasi hujan (Foto: Freepik)
A
A
A

Di sisi lain, BMKG mencatat fenomena El Nino masih bertahan di Samudra Pasifik dengan indeks Nino 3.4 sebesar +1,25. Kondisi tersebut memperkuat kecenderungan berkurangnya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

"Namun, hujan lokal tetap bisa terjadi karena dinamika atmosfer regional," ujarnya.

Menurutnya, hujan yang mengguyur wilayah Cibinong berlangsung sekitar 1,5 jam setelah kawasan tersebut mengalami hari-hari tanpa hujan. Kehadiran hujan disambut baik masyarakat karena membantu mengurangi dampak kekeringan dan krisis air bersih.

Namun, BMKG menegaskan hujan yang terjadi tidak menandakan berakhirnya musim kemarau. Potensi hujan dengan sifat sporadis masih dapat terjadi hingga akhir Juli.

"Potensi hujan sporadis masih bisa terjadi di Jawa Barat hingga akhir Juli, namun secara umum curah hujan tetap rendah. Warga tetap perlu waspada terhadap kekeringan karena distribusi air bersih masih menjadi kebutuhan utama di 13 kecamatan terdampak," pungkas Guswanto.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement