Terkait ijazah Jokowi, ia menyebut ada sejumlah pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab ke publik, termasuk dalam proses persidangan yang diajukan UGM.
"Pertama, apakah benar Jokowi itu punya ijazah? Mereka selalu berdalih akan menyerahkan di persidangan, sudah banyak persidangan dilakukan dan mereka tidak pernah ada. Kedua, kalaupun itu ada apakah betul yang diklaim ada itu betul ijazahnya Jokowi?" tuturnya.
"Ketiga, kalaupun itu ada apakah itu benar asli? Perlu diketahui informasi ini, sejak tahun 2000 dan puncaknya di tahun 2014, itu ada Satgas Mafia Ijazah Palsu dan yang banyak dicatut namanya itu UGM," papar Syamsuddin.
Keempat, lanjutnya, apabila ijazah Jokowi tersebut asli, maka muncul pertanyaan apakah diperoleh secara sah atau tidak. Menurutnya, hal itu juga menjadi tanggung jawab UGM untuk dijelaskan di persidangan.
"Harus dijawab UGM, apakah itu diperoleh secara benar atau tidak? Terakhir berkaitan soal pencalonan di KPU, apakah betul UGM menyatakan memberikan pengesahan terhadap ijazah itu karena ada banyak yang tidak sesuai di situ (ijazah), terutama data yang menyebut jurusan teknologi perkayuan," katanya.
(Arief Setyadi )