LEBANON - Seorang penjaga perdamaian yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas dan dua lainnya terluka setelah mortir menghantam posisi mereka di Lebanon Selatan, Lebanon.
Prajurit yang meninggal diketahui bernama Sersan Milovan Jovanovic dari Serbia. Sementara dua penjaga perdamaian yang terluka berasal dari El Salvador dan Spanyol.
Dalam sebuah pernyataan, UNIFIL mengatakan penjaga perdamaian tersebut mengalami luka kritis ketika mortir menghantam posisinya di dekat Marjayoun, Lebanon.
“Penjaga perdamaian yang terluka dievakuasi melalui udara ke rumah sakit di Beirut, di mana ia kemudian meninggal karena luka-lukanya,” tulis keterangan UNIFIL dilansir middle east monitor, Jumat (5/6/2026).
Misi tersebut mengatakan dua penjaga perdamaian lainnya juga terluka dalam insiden tersebut dan sedang menerima perawatan di fasilitas medis di dalam pangkalan UNIFIL.
Sementara, Pasukan penjaga perdamaian PBB telah melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.
“UNIFIL telah mendeteksi peningkatan jumlah lintasan dan dampak di Lebanon Selatan. Kekerasan harus diakhiri,” kata UNIFIL.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Lebanon mengutuk serangan yang menargetkan posisi UNIFIL di dekat Marjayoun.
Disebutkan, bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang menjalankan misi mereka untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, khususnya Resolusi 1701 yang mengakhiri perang antara Israel dan Lebanon pada tahun 2006.
Kemenlu Lebanon saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan atas serangan tersebut dan menyatakan solidaritas dengan kepemimpinan UNIFIL, sambil mendoakan kesembuhan yang cepat bagi dua pasukan penjaga perdamaian yang terluka.
(Fahmi Firdaus )