Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2026 19:05 WIB
Asap mengepul dari daerah Nabatieh di Lebanon selatan menyusul serangan Israel, 4 Juni 2026. (Foto: Reuters)
Share :

Militer Israel menuduh Hizbullah menembakkan mortir yang mendarat di dalam posisi PBB semalam. Kelompok tersebut belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut.

Lebanon terseret ke dalam perang antara AS, Israel, dan Iran pada 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Israel merespons dengan kampanye udara di seluruh Lebanon dan invasi darat di selatan.

Gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon pada 16 April gagal menghentikan pertempuran, dan pekan lalu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan militer Israel untuk mengintensifkan serangannya terhadap Hizbullah dan maju lebih dalam ke Lebanon sebagai tanggapan terhadap serangan drone dan roket terhadap komunitas di Israel utara.

Setidaknya 3.526 orang telah tewas di Lebanon sejak awal perang, menurut kementerian kesehatan negara itu. Angka-angka tersebut tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil.

PBB mengatakan lebih dari satu juta orang juga telah mendaftarkan diri sebagai pengungsi di Lebanon, di mana perintah evakuasi Israel mencakup lebih dari seperdelapan wilayah negara itu.

Israel mengatakan 26 tentaranya dan empat warga sipil Israel telah tewas di kedua sisi perbatasan selama perang.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya