Namun demikian, ia menegaskan, bahwa taubat ekologis tidak boleh berhenti pada slogan atau seruan moral semata.
"Taubat harus dibuktikan dengan perubahan sikap dan tindakan. Tanpa perbaikan kebijakan dan kerja nyata, taubat ekologis hanya akan menjadi slogan yang indah tetapi kosong," ujarnya.
Toto mendorong pemerintah untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam langkah konkret, seperti mengevaluasi izin usaha yang merusak lingkungan, menindak perusahaan pencemar, memulihkan kawasan kritis, serta memperkuat pengawasan terhadap eksploitasi sumber daya alam.
Ia juga mendukung gagasan penanaman dua miliar pohon yang disampaikan Jumhur. Namun, menurutnya, program tersebut harus disertai perencanaan yang terukur, mulai dari jenis pohon yang ditanam, lokasi penanaman, mekanisme perawatan, hingga tingkat keberhasilan pohon yang tetap hidup dalam jangka panjang.
"Keberhasilan penghijauan tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang tetap hidup dan memberi manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya.
(Awaludin)