Ahmad menuturkan saat itu Ilma belum mau menceritakan apa-apa. Namun, keesokan harinya barulah sang anak bercerita kepada Ahmad hingga akhirnya muncul laporan terhadap Hercules.
“Tapi ternyata anak saya kan nggak cerita apa-apa hari itu, baru cerita besoknya. Nah, dari cerita itulah saya kira akhirnya muncul laporan dari anak saya sendiri. Ya saya sebagai orangtua hanya mendukung. Ibaratnya ya keluhannya apa, disampaikan ke saya, ya saya harus merespons, menyampaikan nasihat, menyampaikan bimbingan. Dan terjadilah dua LP yang sudah disampaikan ke Polda Metro,” ungkap Ahmad.
Setelah mendengar cerita putrinya, Ahmad menuturkan masalah tersebut berawal dari adanya empat orang yang mendatangi rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB. Empat orang tersebut awalnya mencari dirinya, tetapi karena ia sedang tidak berada di rumah, mereka kemudian bertemu dengan Ilma.
Pertemuan itu berlangsung hingga sore hari, ketika semakin banyak orang berdatangan ke rumah tersebut dan mendesak Ilma untuk dibawa karena dirinya tidak ada di tempat.
“Nah, sampai anak saya sebenarnya Ilma ini sudah berusaha mengulur-ulur waktu terus gitu. Bahkan, pihak empat orang ini meminta kalau nggak Ilma adiknya. Sementara adiknya sakit, setiap hari harus minum obat, jadi nggak mungkin,” tambah dia.
Bahkan, ia menyebut sempat ada perkataan yang dinilai menakut-nakuti anaknya sebagai bentuk desakan agar mau dibawa oleh orang-orang tersebut.