“Selain korban terdampak, Kabupaten Sigi juga menjadi daerah dengan dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan dengan jumlah rumah yang mengalami rusak ringan mencapai 1.074 unit, 110 unit rumah rusak ringan, dan 30 unit rusak berat,” ujar Aam, sapaan Abdul Muhari.
Aam memastikan hingga kini pendataan dan penanganan darurat masih terus dilakukan BPBD bersama tim gabungan. Menyusul hal tersebut, pemerintah daerah setempat juga akan mengaktivasi Pos Komando di wilayah Desa Maku menggunakan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta mendistribusikan bantuan logistik di wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sementara itu, kondisi di daerah lain relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan laporan sebelumnya. Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Adapun di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak.
Menyikapi sejumlah peristiwa bencana yang terjadi, Aam mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat, khususnya yang berada dekat dengan daerah aliran sungai, diimbau untuk segera memantau ketinggian muka air. Apabila sudah melebihi batas aman, melakukan evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga, dan dokumen penting lainnya,” imbaunya.
(Arief Setyadi )