Setibanya di lokasi, suasana hangat langsung tercipta berkat konsep pendampingan yang sangat humanis, di mana setiap satu anak yatim didampingi secara melekat oleh satu personel polisi atau polwan yang bertindak layaknya orang tua asuh seharian penuh.
Mereka kemudian diajak langsung menuju toko untuk bebas memilih dan memborong berbagai perlengkapan sekolah guna menyambut datangnya tahun ajaran baru, mulai dari buku tulis, alat tulis, tas, hingga buku-buku edukasi yang mereka butuhkan.
(Fahmi Firdaus )