INTAN JAYA - Puluhan pelajar asal Kampung Maniouwo, Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah yang tengah menempuh pendidikan di Jakarta menghadapi persoalan serius dalam administrasi kependudukan. Mulai dari Kartu Keluarga (KK), KTP hingga ketidaksesuaian data dalam sistem Dukcapil menghambat proses pendidikan dan pengurusan identitas diri mereka.
Pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk menyelesaikannya. Desakan itu diserukan anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya dari Partai Perindo Aljono Bagau setelah menerima laporan dari sekitar 40 pelajar asal Maniouwo. Dia meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, khususnya Dukcapil, segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan administrasi yang dihadapi para pelajar tersebut.
“Anak-anak ini datang dari Jakarta ke Nabire hanya untuk mengurus administrasi kependudukan mereka. Mereka adalah aset Kabupaten Intan Jaya yang harus diperhatikan agar tidak mengalami kesulitan dalam melanjutkan pendidikan,” ujar Aljono, Senin (22/6/2026).
“Kami meminta solusi untuk menyelesaikan persoalan administrasi yang dialami anak-anak kami. Mereka adalah generasi penerus daerah yang harus mendapat perhatian,” curhat Timotius kepada Aljono.