Prabowo Sentil Elite yang Terus Gaduh Usai Pemilu: Kapan Kita Mau Sejahterakan Rakyat?

Riyan Rizki Roshali, Jurnalis
Sabtu 27 Juni 2026 06:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto (foto: tangkapan layar)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak-pihak yang kerap membuat kegaduhan usai pemilihan umum (pemilu). Menurutnya, kegaduhan yang terus berulang setiap selesai pemilu tidak akan membawa kesejahteraan bagi rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.

"Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita," tegas Prabowo.

Prabowo menegaskan, bahwa kewajiban seluruh anak bangsa, terutama para pemimpin dan kaum intelektual, adalah mengabdikan kemampuan mereka demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang paling miskin dan lemah.

"Bukankah segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah. Bukankah itu?" ujarnya.

 

Meski demikian, Prabowo menegaskan, tidak mempermasalahkan adanya perbedaan pendapat. Menurutnya, setiap orang berhak memiliki pandangan masing-masing. Namun, ia mengingatkan bahwa di saat Indonesia masih disibukkan dengan kegaduhan politik, banyak negara lain terus bergerak menuju kemajuan dan kesejahteraan.

"Silakan kalau ada yang berpendapat lain, itu hak. Saya katakan kita berbeda. Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif, sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," ucapnya.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan arah perjalanan negara. Ia mengaku selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam berpolitik. Meski empat kali kalah dalam kontestasi pemilu sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden, ia mengaku tidak pernah mengganggu pemerintahan yang memperoleh mandat dari rakyat.

"Saya selalu berusaha persuasif. Saya sebagai pemimpin politik dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat, lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tetapi saya tidak mengganggu pemimpin yang mendapat mandat," imbuhnya.

Menurut Prabowo, sikap tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sistem demokrasi yang telah dipilih bangsa Indonesia. Dalam demokrasi, kata dia, kedaulatan berada di tangan rakyat dan diwujudkan melalui pemilihan umum.

"Karena saya sadar, saya mengerti alternatifnya apa? Karena kita sudah sepakat, kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa. Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya pemilihan," pungkasnya.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya