Prabowo juga menyatakan, tidak semua peserta aksi memahami substansi tuntutan yang mereka sampaikan, bahkan ada yang mengaku ikut demonstrasi karena dibayar.
“Ditanya, anak-anak demo nggak ngerti. Mau demo apa ya? Eh eh eh. Kami dibayar 200 ribu, gitu kan. Tapi ada. Saya enggak mengerti,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga kekompakan dan mengibaratkan Indonesia seperti sebuah tim yang sedang bertanding sehingga membutuhkan dukungan bersama.
“Kita ini kalau merasa, kalau di dalam pertandingan kita jadi suporter kan, kita dukung satu tim, ayo maju, maju. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara. Harusnya bangsa ini kompak,” tegasnya.
Prabowo tak memungkiri jika kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara konstruktif. “Kalau ada yang kurang, temannya kurang, tim kita mainnya kurang bagus, ya tetap di suporter. Nanti begitu selesai pertandingan baru dikoreksi. Jangan lagi main bawa bola, salah, goblok. Lagi main di tengah lapangan disorak-sorakin, temen sendiri, kesebelasan sendiri. Jadi kayaknya tuh kita tidak bangga dengan apa yang dihasilkan bangsa sendiri,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )