WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 30 Juni 2026 00:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

Badan kesehatan nasional Prancis mengatakan telah mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan sejak 24 Juni, dan memperingatkan bahwa angka tersebut kemungkinan akan meningkat lebih lanjut. Banyak dari korban jiwa tersebut adalah mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Namun, Menteri Kesehatan Stephanie Rist mengatakan Prancis "mungkin" akan menghindari terulangnya tragedi gelombang panas dahsyat tahun 2003, dengan alasan kesiapan sistem yang lebih baik di panti-panti jompo.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez juga menolak kritik atas respons pemerintah terhadap krisis ini dengan menegaskan, "Ini bukan kegagalan; kami sudah siap."

Rekor Suhu Terpecahkan

Suhu melonjak di atas 40°C di beberapa negara saat gelombang panas memecahkan rekor di seluruh Eropa tengah dan timur.

Polandia mencatat rekor tertinggi baru sepanjang masa dengan suhu mencapai 40,5°C di kota Slubice bagian barat, menurut institut meteorologi nasional setempat.

Jerman mencatatkan rekor nasional baru dengan suhu 41,7°C di Coschen, dekat perbatasan Polandia, melampaui rekor tertinggi yang ditetapkan sehari sebelumnya. Sementara itu, Republik Ceko juga memecahkan rekor untuk hari kedua berturut-turut, dengan suhu 41,1°C tercatat di Doksany, utara Praha.

Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) menambahkan bahwa peningkatan suhu ekstrem ini jelas mulai memengaruhi kehidupan laut dan keanekaragaman hayati secara signifikan.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya