JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mencapai hingga 6 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 9-12 Agustus 2026.
BMKG melaporkan hal ini dipengaruhi adanya pola angin di wilayah Indonesia bagian utara yang umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/8/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Selat Makassar bagian tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Selat Makassar bagian utara, Laut Bali, Laut Sumbawa, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, dan Laut Arafuru bagian barat.
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, dan Samudra Hindia selatan NTT.