Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 30 Juni 2026 08:10 WIB
Ilustrasi.
Share :

BERLIN - Setidaknya enam orang tewas dalam penembakan di pusat kesejahteraan remaja di kota Stade, Jerman utara. Insiden tersebut juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka, kata polisi.

"Tembakan dilepaskan di dekat pusat kesejahteraan remaja di pusat kota," kata seorang pejabat polisi kepada kantor berita DPA Jerman.

Empat wanita dan dua pria termasuk di antara para korban, kata Kathrin Schuol, juru bicara departemen kepolisian setempat, dalam konferensi pers pada Senin (29/6/2026) malam, menambahkan bahwa semuanya adalah karyawan fasilitas tersebut atau petugas dari departemen layanan anak setempat.

Beberapa orang terluka dalam insiden tersebut, menurut pejabat penegak hukum. Lima orang meninggal di tempat kejadian dan satu orang meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit, kata polisi, sebagaimana dilansir RT.

Polisi menganggap insiden tersebut sebagai pembunuhan di sebuah fasilitas hunian yang menyediakan akomodasi sementara yang diawasi untuk ibu hamil dan wanita muda dengan anak-anak, lapor DPA, mengutip juru bicara polisi. Menurut pejabat penegak hukum, tembakan dilepaskan di dalam fasilitas tersebut.

Teriakan keras terdengar dari fasilitas tersebut sesaat sebelum penembakan, lapor majalah Jerman Focus, mengutip seorang saksi. Pria tersebut, yang tinggal di dekat situ, mengatakan kepada media tersebut bahwa ia melihat seorang wanita dan seorang pria muda mencoba melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil. Menurut saksi, polisi melepaskan tembakan setelah keduanya mengabaikan perintah petugas untuk berhenti.

Menurut polisi, total tiga orang ditangkap terkait insiden tersebut.

Pelaku yang diduga diidentifikasi sebagai warga negara Jerman berusia 45 tahun keturunan Turki. Menurut Schuol, ia tinggal di dekat Hanover dan tidak memiliki hubungan dengan Stade. Tersangka sebelumnya dikenal polisi tetapi tidak memiliki catatan kejahatan kekerasan. Pelaku tidak memiliki izin senjata api, dan masih belum jelas dari mana ia memperoleh senjata yang ditemukan padanya saat ditangkap, kata Schuol.

Dua orang lain yang ditahan polisi adalah perempuan. Salah satunya berada di balik kemudi Mercedes yang diduga digunakan pelaku penembakan untuk melarikan diri dari tempat kejadian. Menurut Schuol, ia memiliki "hubungan dekat dengan keluarga terduga pelaku".

Perempuan kedua adalah ibu dari seorang bayi berusia tiga bulan yang berada di fasilitas tersebut selama kejadian. Menurut Schuol, perselisihan hak asuh anak kemungkinan besar menjadi motif di balik serangan tersebut. Perempuan dan anaknya tidak terluka, kata polisi.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya