JAKARTA - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diadang aparat kepolisian saat hendak menggelar aksi di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.43 WIB, massa aksi yang datang membawa keranda jenazah dan karangan bunga berupaya mendekati kawasan Mabes Polri dari Jalan Trunojoyo. Namun, aparat kepolisian meminta mereka menggelar demonstrasi di luar area depan markas kepolisian tersebut.
Namun, upaya itu berhasil digagalkan petugas sehingga terjadi aksi saling dorong dan adu argumen antara mahasiswa dan aparat. Keranda yang dibawa peserta aksi bahkan sempat terjatuh di tengah kericuhan tersebut.
Situasi yang sempat memanas kemudian mereda hingga akhirnya massa menggelar aksi di Jalan Trunojoyo, tepatnya di depan Halte ASEAN. Para peserta aksi kemudian menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam aksinya, Aliansi BEM UI membawa keranda serta karangan bunga bertuliskan "Turut Berduka Cita atas Matinya Reformasi Polri". Simbol tersebut disebut sebagai bentuk kritik terhadap kondisi reformasi kepolisian.
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan pihaknya merasa perlu menyuarakan kritik karena menilai demokrasi Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan.
"Aliansi BEM UI merasa bahwa bila kita diam tentang hal ini, ini hanya memperkeruh situasi yang ada di dalam demokrasi Indonesia. Saat ini demokrasi Indonesia itu sudah penuh tantangan yang sangat luar biasa. Dari TNI masuk ke ranah sipil dan juga sekarang polisi masuk ke ranah sipil," kata Hafidz.
Adapun makna keranda dan karangan bunga yang dibawa massa aksi, Hafidz menyebutnya sebagai simbol duka terhadap reformasi Polri. "Simbol bahwa hari ini, pada Hari Bhayangkara, kami turut berduka cita atas kematiannya reformasi Polri," katanya.
Menurut Hafidz, tuntutan reformasi Polri telah lama disuarakan berbagai kelompok masyarakat. Ia juga menyinggung permintaan BEM UI untuk memperoleh dokumen terkait agenda reformasi Polri yang disebut belum mendapat respons.
Aksi tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Trunojoyo menuju Mabes Polri tersendat. Ruas jalan di depan Halte ASEAN bahkan sempat tertutup saat terjadi aksi saling dorong.
(Arief Setyadi )