Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2026 11:20 WIB
Reruntuhan bangunan akibat gempa di Venezuela.
Share :

CARACAS – Gempa ganda yang melanda Venezuela sepekan lalu telah menewaskan hampir 2.300 orang, dengan banyak warga yang masih dinyatakan hilang. Jumlah korban tewas dipastikan akan bertambah seiring dengan menipisnya harapan untuk menemukan korban yang selamat, dan banyak penyintas kini mengalami kekurangan makanan yang parah.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan pada Rabu (1/7/2026) bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.295 orang dan lebih dari 11.000 orang terluka. Ia juga menyampaikan bahwa hampir 13.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sebanyak 50.000 orang hilang.

Seiring meningkatnya jumlah korban tewas, Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan tujuh hari masa berkabung dan mengatakan bahwa "jiwa negara hancur karena kehilangan nyawa manusia."

Puluhan Ribu Orang Belum Ditemukan

Sebagian besar bangunan yang runtuh di kota La Guaira—wilayah yang paling parah terkena dampak di utara Caracas—telah ditandai dengan huruf 'D' untuk 'deceased' (meninggal). Tanda ini menunjukkan bahwa bangunan tersebut telah digeledah dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, demikian dilansir TRT.

Meski demikian, terdapat beberapa keajaiban. Salah satunya adalah seorang bocah berusia tiga tahun yang ditemukan hidup pada Selasa (30/6/2026), enam hari setelah gempa terkuat di Venezuela dalam lebih dari seabad terakhir. Namun, para ahli menyatakan bahwa korban yang terjebak kemungkinan besar tidak akan bertahan hidup lebih dari 72 jam setelah gempa bumi terjadi.

‘Situasinya Cukup Kritis’

Tim penyelamat internasional dari seluruh dunia telah tiba untuk mengevakuasi korban selamat, di tengah kemarahan penduduk setempat atas lambatnya respons negara setelah bencana.

Dengan hancurnya kehidupan sehari-hari, fokus masyarakat kini beralih untuk bertahan hidup. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, serta kesulitan mendapatkan akses makanan dan air bersih.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya