Sejak dini hari, para pelayat yang sebagian besar berpakaian hitam berbondong-bondong menuju tempat pemakaman sambil membawa bendera merah meskipun suhu mendekati 40 derajat Celsius.
"Semua orang di sini menginginkan balas dendam," kata Mohammad Afsharian (41), seorang pemilik toko.
"Saya tidak tahu bagaimana kelanjutan diplomasi dan kebijakan untuk melanjutkan diplomasi, tetapi semua orang membawa bendera merah sebagai tanda keinginan untuk membalas dendam," katanya.
Kemarahan itu mencerminkan kritik dari kelompok garis keras Iran, yang berulang kali menyerang pemerintah Presiden Masoud Pezeshkian karena melanjutkan pembicaraan dengan Washington setelah pembunuhan Khamenei.
"Hanya balas dendam, hanya balas dendam yang dapat meredakan rasa sakit," kata Tahereh Rahmani (37), seorang kepala sekolah. "Kami di sini dengan bendera merah kami untuk menyerukan balas নেনদام (dendam) atas pemimpin kami."
Di dekat mausoleum, banyak anak hadir. Banyak yang datang bersama keluarga mereka, mengenakan topi berwarna bendera Iran.
Di kaki sebuah hotel bernama Miami, sebuah spanduk raksasa menampilkan karikatur Trump dengan hadiah buronan di kepalanya.
Spanduk lain menampilkan Netanyahu dengan pesan dalam bahasa Inggris: "Akan ada pertumpahan darah."
(Rahman Asmardika)