Presiden Prabowo berpesan kepada Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, bahwa penyajian menu boleh sederhana, tapi terukur. Agar kualitas gizi tetap terjaga. “Ibu Nanik, jangan bikin telur dadar. (Buat) telur rebus atau ceplok. Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam. Bisa empat orang makan satu (telur) ayam,” kata Prabowo.
Menurutnya, pengawasan ketat diperlukan karena program MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Asupan gizi yang baik sejak dini akan menentukan perkembangan otak, tulang, dan otot anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang produktif.
“Dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal,” kata Prabowo.
Prabowo mengakui masih ada sejumlah daerah yang belum menerima manfaat program MBG. Namun, Presiden meminta masyarakat bersabar karena pemerintah akan terus memperluas jangkauan program secara bertahap. “Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu,” ujar Prabowo.
(Awaludin)