Pengalaman sejarah NU menunjukkan bahwa kekuatan organisasi ini justru terletak pada kemampuannya melakukan adaptasi tanpa kehilangan identitas. Sebagaimana diperlihatkan dalam pemikiran Abdurrahman Wahid, modernitas dapat diterima sepanjang diarahkan untuk memperkuat kemaslahatan umat, memperluas ruang demokrasi, serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, kepemimpinan NU pada masa depan akan tetap relevan apabila mampu memadukan otoritas keulamaan, etika pesantren, profesionalisme organisasi, dan inovasi sosial sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.
(Rahman Asmardika)