Lembaga tersebut menegaskan, bahwa potensi penggunaan rudal, pesawat nirawak (drone), pesawat tempur, hingga sistem pertahanan udara dapat meningkatkan ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil yang melintasi kawasan tersebut.
Sebelumnya, pada pekan lalu, EASA juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Iran, Irak, dan Lebanon karena alasan keamanan yang sama.
Peringatan terbaru ini menambah daftar wilayah udara di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi bagi operasional penerbangan sipil di tengah situasi keamanan yang masih belum menentu.
(Awaludin)