“Tidak semua wilayah Papua mempunyai persoalan dan tingkat kerentanan yang sama. Pemerintah perlu menggunakan pendekatan berbasis wilayah agar kebijakannya tepat sasaran,” ujarnya.
Pemulangan warga yang mengungsi akibat konflik harus menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Pemerintah, kata dia, perlu mempercepat penciptaan kondisi yang memungkinkan masyarakat kembali secara aman. Namun, pemulangan tidak boleh hanya dilakukan untuk mengurangi jumlah pengungsi atau mengosongkan tempat penampungan.
“Warga baru benar-benar pulang apabila kampungnya aman, rumah dapat dihuni, sekolah dan puskesmas kembali berfungsi, serta keluarga memiliki sumber penghidupan,” kata Haris.
Menurut dia, keberhasilan penanganan pengungsi harus dilihat dari kemampuan negara memulihkan seluruh fungsi kehidupan masyarakat dan mencegah terjadinya pengungsian ulang. Pemerintah perlu melakukan pemantauan setelah warga kembali untuk memastikan tidak ada ancaman baru, terputusnya pelayanan dasar, maupun kegagalan pemulihan ekonomi.
‘’Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat kembali hidup aman, anak-anak bersekolah, pelayanan publik berjalan, dan warga tidak lagi meninggalkan kampungnya karena takut,” tutup Haris.
(Fahmi Firdaus )