JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu (18/7/2026) pukul 09.23.45 WIB. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.
Wijayanto melaporkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter pemutakhiran dengan magnitudo 5,4 pada kedalaman 26 kilometer. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,34° LU; 124,81° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 115 kilometer arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Lebih lanjut, Wijayanto mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-turun (oblique-normal fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: IV MMI
(Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang. Gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe, serta Kendahe, Kepulauan Sangihe.
Sementara III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa seperti ada truk berlalu) di Tabukan Utara, Kepulauan Sangihe.
Wijayanto melaporkan hingga pukul 09.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” imbaunya.
(Arief Setyadi )