Banyu Perwita: Code of Conduct Kunci Redam Ketegangan di Laut China Selatan

Awaludin, Jurnalis
Sabtu 18 Juli 2026 21:05 WIB
Anggota South China Sea Council, Anak Agung Banyu Perwita (foto: dok ist)
Share :

Bagi Indonesia, Laut China Selatan bukan hanya berkaitan dengan isu keamanan, tetapi juga menyangkut jalur perdagangan internasional, distribusi energi, serta integrasi ekonomi ASEAN. Karena itu, setiap eskalasi ketegangan berpotensi mengganggu rantai pasok global, menurunkan kepercayaan investor, dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi kawasan.

Banyu menilai Indonesia selama ini konsisten mendorong penyelesaian persoalan keamanan regional melalui dialog dalam kerangka ASEAN. Pendekatan tersebut dinilai penting agar persaingan strategis kekuatan besar tidak mengurangi peran sentral ASEAN dalam menentukan agenda keamanan kawasan.

"Lingkungan regional yang damai dan stabil jauh lebih bermanfaat bagi kepentingan bersama ASEAN dibandingkan meningkatnya konfrontasi geopolitik," tegasnya.

Ia menjelaskan, ASEAN dan China saat ini masih melanjutkan pembahasan naskah COC, termasuk mengenai mekanisme pengelolaan krisis, kerja sama maritim, serta langkah-langkah membangun kepercayaan.

Dari perspektif tata kelola kawasan, COC dinilai mampu mengurangi risiko insiden di laut, memperkuat mekanisme komunikasi saat krisis, meningkatkan transparansi aktivitas maritim, serta menyediakan kerangka kelembagaan dalam pengelolaan sengketa.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya