JAKARTA - Bentrokan antarkelompok warga pecah di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Akibat peristiwa itu, satu orang tewas dan satu lainnya kritis.
Menurut kesaksian warga setempat, Yafa (22), keributan bermula di lapak penjual nasi uduk setelah diduga ada pembeli yang pergi tanpa membayar. Menurut dia, warga sekitar kemudian menegur pembeli tersebut. Namun, teguran itu tidak diindahkan sehingga yang bersangkutan kembali ke lokasi dan merusak gerobak pedagang.
"Awalnya gini, orang jualan nasi uduk, tapi (ada pembeli yang) nggak bayar, kabur. Terus sama anak dalem diteriakin, beli dong, nyelonong aja gitu. Orang itu nggak suka, terus orang ke sini lagi, nggak seneng, dibalikin itu (gerobaknya)," kata Yafa.
"Ditarik ke depan, ke jalan gitu. Pokoknya ribut lah ya, gitu intinya," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya menerima laporan terkait keributan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, bentrokan sudah melibatkan banyak orang sehingga menimbulkan korban.
"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan tadi pagi jam 10.00 terkait perkelahian atau keributan yang terjadi antara dua kelompok warga yang ada di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan," kata Roby di lokasi.
Menurut Roby, dua korban ditemukan di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kata Roby, bentrokan dipicu keributan di sebuah warung nasi uduk. Salah satu kelompok disebut datang untuk membeli makanan, namun terjadi perselisihan yang berujung pada aksi perusakan gerobak pedagang.
"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," tuturnya.
Aksi perusakan itu kemudian memicu reaksi warga sekitar. Situasi yang semula merupakan perselisihan di lokasi jualan berkembang menjadi bentrokan antara dua kelompok.
"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," katanya.
Pantauan di lokasi, garis polisi masih terpasang di area bentrokan, tepatnya di sekitar Jalan Tambak. Sejumlah sepeda motor tampak hangus terbakar, kursi-kursi berserakan, dan sebagian bangunan mengalami kerusakan. Selain itu, lapak nasi uduk yang menjadi titik awal keributan juga dipasang garis polisi.
(Arief Setyadi )