"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," tuturnya.
Aksi perusakan itu kemudian memicu reaksi warga sekitar. Situasi yang semula merupakan perselisihan di lokasi jualan berkembang menjadi bentrokan antara dua kelompok.
"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," katanya.
Pantauan di lokasi, garis polisi masih terpasang di area bentrokan, tepatnya di sekitar Jalan Tambak. Sejumlah sepeda motor tampak hangus terbakar, kursi-kursi berserakan, dan sebagian bangunan mengalami kerusakan. Selain itu, lapak nasi uduk yang menjadi titik awal keributan juga dipasang garis polisi.
(Arief Setyadi )