El Nino Semakin Menguat, BMKG: Waspada Kekeringan hingga Karhutla Awal Agustus 2026!

Binti Mufarida, Jurnalis
Selasa 28 Juli 2026 10:58 WIB
BMKG: Waspada Kekeringan hingga Karhutla Awal Agustus 2026!
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak menguatnya El Nino yang memicu meluasnya musim kemarau di Indonesia.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga angin kencang di sejumlah wilayah hingga awal Agustus 2026.

BMKG dalam laporan pemantauan Dasarian II Juli 2026 menyebutkan, bahwa hasil pemantauan pada Dasarian II Juli 2026 menunjukkan bahwa musim kemarau terus meluas dan kondisi kering semakin mendominasi wilayah Indonesia.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Curah hujan kategori rendah tercatat mencakup 92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63% dan kategori tinggi hanya 0,45%.

“Kondisi ini juga tercermin dari sifat hujan, dimana 89,97% wilayah didominasi kategori bawah normal. Hingga periode tersebut, sebanyak 509 Zona Musim atau sekitar 72,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Okezone Selasa (28/7/2026).

BMKG juga mengungkapkan bahwa dampak musim kemarau mulai dirasakan di berbagai daerah. Dampak kondisi kering mulai terlihat dari adanya laporan kekeringan pada periode 24–27 Juli 2026 di Jawa Tengah serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap berkurangnya ketersediaan air, meluasnya titik panas, serta potensi kebakaran pada lahan yang mudah terbakar.

Namun demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer. Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya