Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Israel mencakup ketentuan yang membahas persenjataan kelompok tersebut dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.
"Sebuah kesepakatan telah tercapai mengenai masalah persenjataan... Lebih lanjut, sebuah kesepakatan telah tercapai mengenai penarikan bertahap (pasukan Israel)" dari Gaza, kata seorang pejabat Hamas, seraya menambahkan bahwa gerakan perlawanan tersebut sekarang mengharapkan para mediator dan Dewan Perdamaian untuk memastikan bahwa Israel mematuhi ketentuan kesepakatan tersebut.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel terus melakukan serangan harian di seluruh Gaza, menewaskan 1.214 warga Palestina dan melukai 3.977 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan kerusakan yang meluas.
Dengan dukungan militer dan politik AS, Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sambil menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut.
Para analis mengatakan jumlah korban tewas yang dikutip oleh pejabat Palestina adalah angka yang kurang tepat, dengan angka sebenarnya berpotensi dua hingga tiga kali lebih tinggi daripada perkiraan saat ini.
(Rahman Asmardika)