WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai kesepakatan untuk pelucutan senjata total Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Pelucutan senjata ini akan dilakukan secara bertahap dan pada akhirnya akan mengarah pada penarikan pasukan pendudukan Israel dari wilayah Palestina tersebut.
"Hari ini, Dewan Perdamaian mencapai kesepakatan BERSEJARAH untuk PELUCUTAN SENJATA TOTAL Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza," kata Trump di Truth Social pada Kamis (30/7/2026) malam.
"Ini adalah langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang langgeng."
"Kesepakatan ini merupakan langkah penting menuju Gaza yang akhirnya diperintah oleh pemerintahan Palestina yang baru," kata Trump, sebagaimana dilansir TRT. Dia mengucapkan terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas upaya mediasi dalam membantu mengamankan kesepakatan perdamaian tersebut.
"Saya ingin berterima kasih kepada para mediator—Mesir, Qatar, dan Turki—atas upaya penting mereka, dan terutama kepada tim saya yang luar biasa, yang kerja kerasnya tanpa lelah memungkinkan terobosan bersejarah ini terwujud."
Trump menambahkan, "Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza akhirnya akan berada di tangan pemerintahan Palestina baru yang melayani rakyatnya."
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Israel mencakup ketentuan yang membahas persenjataan kelompok tersebut dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.
"Sebuah kesepakatan telah tercapai mengenai masalah persenjataan... Lebih lanjut, sebuah kesepakatan telah tercapai mengenai penarikan bertahap (pasukan Israel)" dari Gaza, kata seorang pejabat Hamas, seraya menambahkan bahwa gerakan perlawanan tersebut sekarang mengharapkan para mediator dan Dewan Perdamaian untuk memastikan bahwa Israel mematuhi ketentuan kesepakatan tersebut.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel terus melakukan serangan harian di seluruh Gaza, menewaskan 1.214 warga Palestina dan melukai 3.977 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan kerusakan yang meluas.
Dengan dukungan militer dan politik AS, Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sambil menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut.
Para analis mengatakan jumlah korban tewas yang dikutip oleh pejabat Palestina adalah angka yang kurang tepat, dengan angka sebenarnya berpotensi dua hingga tiga kali lebih tinggi daripada perkiraan saat ini.
(Rahman Asmardika)