JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan 12 operasi tangkap tangan (OTT) pada periode Januari-Juni 2026. Dari jumlah itu, sebagian besar OTT menjaring kepala daerah, demikian diungkap Ketua KPK, Setyo Budiyanto dalam paparan konferensi pers Capaian Kinerja KPK Semester I Tahun 2026 pada Kamis (30/7/2026).
"Kemudian sampai dengan bulan Juni ada 12 kegiatan penyelidikan tertutup atau tertangkap tangan," kata Setyo, Kamis.
Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya menyasar pemerintah daerah yang terdiri dari Kabupaten Pati, Kota Madiun, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Muara Enim.
OTT lainnya menyasar KPP Madya Jakarta dan KPP Pratama Banjarmasin, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pengadilan Negeri Depok, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Setyo menjelaskan, banyaknya giat operasi senyap itu tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan dalam pemberantasan korupsi.